Jumat, 16 November 2012

sejarah,makna dan do'a tahun baru hijriyah

sejarah , makna dan do'a tahun baru hijriyah


Sekedar bernostalgia kemasa silam, mengingat sejarah tahun baru hijriah.Pada tanggal 6 bulan Agustus 610M Rosululloh Muhammad SAW dilantik menjadi Rasul. Kemudian pada tanggal 28 Juni 623 M beliau Hijrah dari kota Mekkah ke kota Madinah. Tepat pada tanggal 9 Juni 633 Masehi Rosululloh wafat.  Setelah Rosululloh wafat kemudian kepala Negara diganti oleh shahabat Abu Bakar Shiddiq r.a. selama 2 tahun dan pada tahun 635 M setelah Shahabat Abubakar wafat, selanjutnya Kepala Negara diganti oleh Shahabat Umar bin Khathab selama 10 tahun.Jadi Rosululloh SAW menjabat sebagai Rasul selama 13 tahun dan kemudian menjadi Rasul dan Kepala Negara di Madinah selama 10 tahun. Shahabat Abu Bakar Shiddiq r.a. menjadi kepala Negara di Madinah selama 2 tahun. Shohabat Umar Bin Khathab r.a. menjadi kepala Negara di Madinah selama 10 tahun.Pada waktu shahabat Umar bin Khathab menjadi kepala Negara di Madinah, banyak Negara-negara yang takluk dengan Madinah seperti :
  • Negara Mesir
  • Negara Irak atau Mesopotamia
  • Negara Yaman
  • Negara Bahrain
  • Negara Persi atau Iran
  • Negara Palestina
  • Negara Syiria
  • Negara Turki
  • Sebelum Negara-negara seperti Syiria, Turki, Mesir dan Palestina masuk wilayah Medinah, Negara-negara tersebut masuk wilayah Negara Rumawi yang Kristen.Negara Negara seperti Kuffah, Baghdad , Basroh di Irak masuk wilayah Negara Persi.
Setelah Shahabat Umar bin Khathab r.a. menjadi kepala Negara Madinah selama 10 tahun beberapa Negara tersebut di atas dikuasai dan pusat pemerintahannya berada di Madinatul Munawaroh. Selama Shahabat Umar menjadi kepala Negara, kemudian mengangkat beberapa Gubernur yaitu antara lain :
  • Shahabat Muawiyyah diangkat menjadi Gubernur di Syiria, termasuk wilayahnya adalah Yordania.
  • Shahabat Amru bin Ash diangkat menjadi Gubernur Mesir.
  • Shahabat Musa Al As’ari diangkat menjadi Gubernur Kuffah.
  • Shahabat Mu’adz bin Jabal diangkat menjadi Gubernur Yaman.
  • Shahabat Abu Hurairah diangkat menjadi Gubernur Bahrain .
Ibu Kota Negara sebagai pusat kendali pemerintahan dibawah seorang Kepala Negara yang disebut Amirul Mukminin adalah di Madinah dibawah pimpinan Shahabat Umar Bin Khathab.
Ketika Sayyidina Umar bin khathab menjabat Kepala Negara mencapai tahun ke 5 beliau mendapat surat dari Shahabat Musa Al As’ari Gubernur Kuffah, adapun isi suratnya adalah sebagai berikut :
“KATABA MUSA AL AS’ARI ILA UMAR IBNUL KHOTHOB. INNAHU TAKTIINA MINKA KUTUBUN LAISA LAHA TAARIIKH.”
Artinya: Telah menulis surat Gubernur Musa Al As’ari kepada Kepala Negara Umar bin Khothob. Sesungguhnya telah sampai kepadaku dari kamu beberapa surat-surat tetapi surat-surat itu tidak ada tanggalnya. Kemudian Kholifah Umar bin Khathab mengumpulkan para tokoh-tokoh dan shahabat-shahabat yang ada di Madinah.
“FAJAMAA’A UMAR AN NAASI LIL MUSYAAWAROTI, Maka mengumpulkan Umar bin Khathab untuk mengadakan musyawarah.”
Didalam musyawarah itu membicarakan rencana akan membuat Tarikh atau kalender Islam. Dan didalam musyawarah muncul bermacam-macam perbedaan pendapat. Diantara pendapat tersebut adalah sebagai berikut:
  • Ada yang berpendapat sebaiknya tarikh Islam dimulai ari tahun lahirnya Nabi Muhammad SAW.
  • Ada yang berpendapat sebaiknya kalender Islam dimulai dari Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi rosululloh.
  • Ada yang berpendapat sebaiknya kalender Islam dimulai dari Rosululloh di Isro Mi’roj kan .
  • Ada yang berpendapat sebaiknya kalender Islam dimulai dari wafatnya Nabi Muhammad SAW.
  • Sayyidina Ali krw. Berpendapat, sebaiknya kalender Islam dimulai dari tahun Hijriyahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah atau pisahnya negeri syirik ke negeri mukmin. Pada waktu itu Mekkah dinamakan Negeri Syirik, bumi syirik.
Akhirnya musyawarah yang dipimpin oleh Amirul Mukminin Umar Bin Khathab sepakat memilih awal yang dijadikan kalender Islam adalah dimulai dari tahun Hijriyah nya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Kemudian kalender Islam tersebut dinamakan Tahun Hijriyah.
Jadi ditetapkan tahun Hijriyah itu dimulai dari Sayyidina Umar bin Khathab menjabat Kepala Negara setelah 5 tahun. Sebelum itu belum ada tahun Hijriyah baik pada jaman Rosululloh hidup maupun jaman shahabat. Dan tahun Hijriyah mulai diberlakukan bertepatan dengan tahun 640M. Setelah tahun Hijriyah berjalan 5 tahun kemudian Shahabat Umar Bin Khathab wafat.
( Keterangan ini diambil dari Kitab Tarikh Umam wal Muluk, ditulis oleh Muhammad bin Jarir At Thobari, yang dikenal dengan nama Tarikh Thabari. Kitab ini jumlahnya 12 jilid besar, setiap satu jilid tebalnya 250 halaman). (Copas dg edit  dari ais.blogsome.com)
Menurut hemat saya  tak ada yang lebih padat ,untuk  memaknai tahun baru  hijriah selain dari isi yang ada pada doa ahir dan awal tahun ini, meski saya belum bisa melacak asal dari doa ini (yang jelas sih dari buku yasin ,doa-doa , majmu syarif), bukankah doa adalah senjata kita!
Doa Akhir Tahun
Bacalah doa ini tiga kali saat menjelang akhir tahun baru Islam, bisa dilakukan sesudah ashar atau sebelum maghrib pada tanggal 29 atau 30 Dzulhijah. Dengan doa ini kita memohon ketika kita akan mengakhiri perjalanan tahun yang akan ditinggalkan ini akan mendapatkan ampunan dari Allah Swt. atas perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh-Nya, dan apabila dalam tahun yang akan ditinggalkannya itu ada perbuatan-perbuatan yang diridhai oleh Allah Swt yang kita kerjakan, maka mohonlah agar amal shaleh tersebut diterima oleh Allah Swt.
 

(kata ganti diganti untuk kami)
Bismillahirrohmani rrohiim
Wa shallallaahu 'ala sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihii wa sallam.
Allaahumma maa 'amilna fi haadzihis-sanati mimmaa nahaitana  'anhu falam natub minhu wa lam tardhahu wa lam tansahu wa halamta 'alayna ba'da qudratika 'alaa uquubatina wa da'autana ilattaubati minhu ba'da jur'atina alaa ma'siyatika fa inna  nastaghfiruka fagfirlana wa maa 'amilna fiihaa mimma tardhaahu wa wa'adtana 'alaihits-tsawaaba fanas'alukallahumma yaa kariimu yaa dzal-jalaali wal ikram an tataqabbalahuu minna wa laa taqtha' rajaana minka yaa karim, wa sallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin Nabiyyil ummiyyi wa 'alaa 'aalihii wa sahbihii wa sallam .

Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah di dunia lagi Maha Penyayang di akhirat.
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW,beserta para keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, segala yang telah kami kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk kami, dan Engkau telah mengajak kami untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu ya Allah, kami mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada kami dengan kemurahan-Mu.
Segala apa yang telah kami kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, kami mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah.
Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad, Nabi yang Ummi dan ke atas keluarga dan sahabatnya.



http://rohman.abatasa.com/post/detail/18165/sejarah-makna-dan-doa-tahun-baru-hijriah.html

0 komentar:

Posting Komentar